Lintasjambi.co.id.Muara Bulian.- Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Muara Bulian terus menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian anak binaan. Bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui program pemagangan, LPKA Muara Bulian menggelar pelatihan pembuatan batik teknik celup shibori di Aula Siginjai, Rabu (07/10/2026).
Kegiatan yang diikuti 10 anak binaan dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sungai Buluh Mandiri ini juga melibatkan sejumlah pegawai LPKA. Tidak hanya teori, peserta langsung diajak praktik membuat motif kain dengan teknik shibori, teknik tradisional Jepang yang dikenal dengan metode lipat, ikat, dan celup.
Tutor dari peserta magang Kemnaker, Intan, menjelaskan pemilihan teknik shibori bukan tanpa alasan. Menurutnya, teknik ini mampu melatih ketelitian sekaligus menghasilkan karya bernilai jual tinggi.
“Pelatihan ini kami rancang agar mudah dipahami namun tetap menghasilkan karya yang bernilai seni tinggi. Kami mengajarkan teknik lipat, ikat, dan celup shibori. Antusiasme para peserta, terutama anak-anak binaan, sangat luar biasa dalam mengeksplorasi warna dan pola,” ujar Intan.
Antusiasme itu dirasakan langsung oleh Refi, salah satu anak binaan peserta pelatihan. Ia mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sangat berkesan.
“Jujur ini seru banget dan jadi pengalaman baru buat saya. Dari awal melipat kain sampai mencelupkan ke pewarna, hasilnya selalu bikin penasaran. Keterampilan ini pastinya jadi bekal yang berharga buat saya nanti setelah keluar dari sini,” ungkap Refi.
Sementara itu, Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, A.Md.IP., S.H., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pembinaan kemandirian dan kesiapan mental anak binaan untuk kembali ke masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi bersama peserta magang Kemnaker ini. Keterampilan praktis seperti batik shibori tidak hanya mengasah kreativitas dan melatih kesabaran anak binaan, tetapi juga menjadi modal kemandirian ekonomi mereka kelak. Kami ingin memastikan waktu mereka di sini diisi dengan hal-hal yang produktif dan bermanfaat,” terang Kasogi.
Melalui pelatihan ini, LPKA Muara Bulian berharap anak binaan tidak hanya mengisi waktu pembinaan dengan kegiatan positif, tetapi juga memiliki bekal keterampilan wirausaha yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pembinaan.(DA)










