Lintasjambi.co.id.Batang Hari.- Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai Peringatan Hari Santri Nasional 2026 tingkat Kabupaten Batang Hari. Ribuan santri memadati Pondok Pesantren Irsyadul Ibad, Desa Simpang Kubu Kandang, Kecamatan Pemayung, Kamis (29/10/2026) pagi.
Acara yang dimulai sekira pukul 10.00 WIB itu dihadiri langsung Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief bersama jajaran Forkopimda dan tokoh agama.
Tampak hadir Sekda Batang Hari Mula P. Rambe, Wakapolres Batang Hari Kompol Dedi Kurniawan Susilo, S.H., M.H., M.T., perwakilan Kajari, Kakan Kemenag Batang Hari, Ketua MUI, Kapolsek Pemayung, Camat Pemayung, Kepala Baznas, serta sejumlah Kepala OPD Pemkab Batang Hari. Turut hadir pula 45 pimpinan pondok pesantren se-Kabupaten Batang Hari, ribuan santriwan-santriwati, dan masyarakat umum. Total lebih dari 2.500 orang memadati lokasi acara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan lantunan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan bersama, dilanjutkan pembacaan Ummul Qur’an dan ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan suasana.
Tuan rumah, Pimpinan Ponpes Irsyadul Ibad Agus Syukran, M.Sos., dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran semua pihak.
Menurutnya, kehadiran Bupati dan seluruh tamu undangan menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah dan masyarakat terhadap dunia pesantren.
Bupati Batang Hari M. Fadhil Arief dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar Ponpes Irsyadul Ibad yang telah sukses menjadi tuan rumah.
Ia berharap momentum Hari Santri ini tidak hanya menjadi seremonial, tapi menjadi penguat keimanan dan perekat silaturahmi antara pemerintah, ulama, pesantren dan masyarakat.
Kepada ribuan santri yang hadir, Bupati berpesan dengan penuh haru agar memanfaatkan masa di pesantren dengan sebaik-baiknya.
“Manfaatkanlah masa pendidikan di pondok pesantren ini dengan sebaik-baiknya. Hormati guru, patuhi nasehat orang tua, tekun menuntut ilmu, dan jadikan akhlak mulia sebagai pedoman hidup. Kalian adalah penerus yang akan menentukan arah masa depan Batang Hari dan Indonesia,” pesan Bupati.
Bupati juga meminta para santri untuk percaya diri.
“Jangan pernah merasa rendah diri menjadi santri. Jadilah santri yang percaya diri, berprestasi, dan berwawasan luas. Buktikan bahwa santri bisa menjadi pemimpin, pendidik, pengusaha, ulama, dan profesi apa pun yang bermanfaat bagi bangsa,” tegasnya.
Acara semakin hidup saat tausiyah disampaikan Ustad kondang H. Inayatullah, S.Pd.I., M.Pd.
Dengan gaya yang santai dan diselingi canda, Ustad Inayah berhasil membuat ribuan jamaah tertawa namun tetap khusyuk mendengarkan.
Ia mengingatkan, Hari Santri adalah momentum untuk mengenang jasa besar ulama dan santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Santri bukan hanya yang belajar agama. Santri adalah pribadi yang ditempa dengan ilmu, iman, akhlak, disiplin, mandiri, dan peduli sesama,” ujarnya.
Ia juga mengajak para santri untuk melek teknologi.
“Manfaatkan teknologi untuk kebaikan. Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, mempererat silaturahmi, dan menyampaikan pesan kebaikan,” pesannya.
Acara peringatan Hari Santri Nasional 2026 ini berakhir sekira pukul 14.00 WIB dengan aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. (DA)







