Lintasjambi.co.id.Batang Hari.- Dr. Iwan Aprianto, S.Pd.I., M.Pd., Ketua Majelis Pembina Cabang (Mabincab) PC PMII Kabupaten Batanghari, memberikan pesan motivasi kepada para kader PMII agar tidak mudah lelah dalam menjalani setiap proses kaderisasi.
Pesan tersebut disampaikan Bapak Iwan Aprianto dalam kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) PMII Komisariat PGSD UNJA Cabang Batanghari, yang digelar di Kantor Kesbangpol Batanghari, Minggu (27/09/2026).
Dalam sambutannya, Dr. Iwan Aprianto, S.Pd,I, M.Pd,. menekankan bahwa proses berorganisasi merupakan ruang penting bagi mahasiswa untuk memperluas pengalaman, membangun karakter, serta mengembangkan kemampuan diri. Karena itu, setiap kader diharapkan mampu menikmati dan menjalani setiap tahapan proses dengan penuh kesungguhan.
“Bagi kader-kader yang saat ini sedang berproses, jangan ada kata lelah untuk mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Teruslah belajar, berproses, dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman yang ada,” ujar Iwan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama berada di organisasi tidak hanya menjadi bekal dalam menjalankan aktivitas kepengurusan, tetapi juga dapat menjadi modal penting bagi kader ketika terjun ke tengah masyarakat.
Ia juga mendorong para kader untuk memperkuat budaya literasi. Menurut Iwan, literasi memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Tingkatkan literasi, karena literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi apa yang kita baca dan apa yang kita tulis dapat diimplementasikan untuk kebaikan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pengetahuan yang diperoleh melalui berbagai sumber harus mampu melahirkan pemikiran dan tindakan yang memberikan manfaat. Demikian pula dengan tulisan, hendaknya tidak berhenti sebagai rangkaian kata, tetapi dapat menjadi sarana menyampaikan gagasan, memberikan edukasi, serta mendorong perubahan positif di lingkungan sekitar.
Dr. Iwan juga mengingatkan kader PMII agar menjadikan organisasi sebagai tempat untuk mengembangkan kapasitas diri. Proses kaderisasi, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
“Jangan hanya menjadi kader yang mengetahui teori, tetapi bagaimana ilmu dan pengetahuan yang didapatkan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat bagi orang lain,” lanjutnya.
Ia berharap para peserta MAPABA dapat mengikuti seluruh rangkaian proses kaderisasi dengan serius dan penuh semangat. Menurutnya, menjadi bagian dari PMII bukan hanya tentang mendapatkan status sebagai anggota, tetapi juga tentang kesediaan untuk terus belajar, berproses, dan memberikan kontribusi. Pungkasnya

Sementara itu, Ketua Umum PMII Feri Ardiansyah menegaskan bahwa PMII bukan milik kelompok atau pengurus tertentu, melainkan milik seluruh anggota dan kader.
“PMII bukan milik pengurus rayon, komisariat maupun cabang. PMII adalah milik semua anggota dan kader. Kami hanya pelayan organisasi, sehingga setiap anggota dan kader berhak mendapatkan haknya, baik dalam keilmuan maupun kaderisasi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar militansi kader ditujukan kepada organisasi, bukan kepada figur atau pengurus tertentu.
“Kami berharap militansi anggota dan kader bukan kepada pengurus ataupun ketua umum, tetapi kepada organisasi. Siapa pun pengurusnya, harus tetap cinta dan memiliki rasa memiliki terhadap PMII,” tegasnya. (*)










