RUU Penyiaran Dinilai Bungkam Kebebasan Pers, IWO Kritik Pembentuk Undang-Undang Wabup H. Bakhtiar Pimpin Rombongan Audiensi Ke Direktorat Pembibitan Dan Produksi Ternak DiJakarta. Sering Kehilangan Ternak, Warga Desa Aro Mintak Aparat Penegak Hukum Untuk Dapat Menangkap Pelakunya Wakil Bupati H.Bakhtiar Lakukan Audiensi Dengan Kementerian PPN/Bappenas, Demi Percepatan Pembangunan Di Batanghari Bupati MFA Kenal Pamit Bersama Dandim 0415/Jambi

Home / Opini / Provinsi Jambi

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 13:10 WIB

Pemuda Dan Bola Liar Demokrasi “Menginspirasi Spirit Sumpah Pemuda 1928”

Oleh: Pahmi.sy

Lintasjambi.co.id.Jambi.- Pemuda Indonesia pada tahun 2023 dari total jumlah penduduk mencapai 280 juta, dan sebanyak 66,3 juta didominasi pemuda usia 15-30 tahun. Sehingga Indonesia diprediksi memiliki bonus demografi yang akan mencapai puncaknya 2033/2035. Jumlah pemuda yang sangat besar tersebut memiliki peluang untuk memainkan peran yang besar pula dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemuda Indonesia telah menancapkan tonggak sejarah pada 95 tahun yang lalu, tepatnya 28 oktober 1928 yang dikenal dengan Sumpah Pemuda, sebuah ketegasan, spririt, dan ikon perjuangan anak bangsa untuk bertanah air yang satu, berbangsa yang satu dan menunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia. Kelahiran sumpah pemuda tersebut tidak lepas dari hari kebangkitan nasional 1908 dan kongres pemuda pertama 1926. Rangkaian peristiwa tersebut semakin memperkokoh tekad besar untuk menyatukan seluruh anak bangsa dalam bingkai Bhinika Tunggal Ika.

Sebagaimana dijelaskan oleh Wahyu Iryana dalam buku Sejarah Pergerakan Nasional bahwa Sumpah Pemuda memiliki nilai-nilai antara lain; 1) Kebersamaan dan persaudaraan; 2) Toleransi;3) Tanggungjawab dan disiplin diri; 4) wawasan ke-Indonesiaan; 5) Nasionalisme. Nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda tersebut secara terus-menerus mengispirasi perjuangan anak bangsa pada perebutan kemerdekaan, membela kemerdekaan dan mengontrol penyimpangan yang dilakukan oleh para pemegang mandate. Sebut saja di awal kemerdekaan sampai Belanda mengakui kemerdekaan Indonesia, pemuda selalu terlibat seperti ditulis oleh Benedic Anderson sebagai “Revolusi Pemoeda”. Begitu juga perjuangan penumpasan PKI 1965 dan tuntutan perubahan 1966, peristiwa Malari 1974 Gerakan Reformasi 1998 membuktikan bahwa Pemuda Indonesia selalu memberikan andil besar dalam setiap perubahan.

Perjalan panjang pemuda Indonesia 95 tahun, hampir satu abad tidak lepas dari tantangan baik secara internal seperti nasionalisme, pendidikan, pekerjaan (akses ekonomi), kesukuan/politik identitas, pengusaan teknologi, narkoba dan lainnya. Begitu juga dengan tantangan ekternal seperti arus modernisasi, demokratisasi, globalisasi, pornografi  dan westernisasi. Tidak sedikit pemuda Indonesia yang terlibat kasus Narkoba, kasus konflik, pelecehan seksual, pornografi, minuman keras, pencurian dan lainnya. Tantangan yang sangat kompleks dan problematic tersebut menyentuh seluruh lapisan pemuda Indonesia baik di pedesaan maupun diperkotaan, sehingga hal yang demikian membuat pemuda Indonesia sulit keluar untuk mengambil peran yang lebih besar.

BACA JUGA  Pemkab Gelar Pangan Murah, Masyarakat Berduyun-duyun Mendatangi Lokasi

Namun demikian harus diakui bahwa kehadiran pemuda Indoensia yang kreatif dan inovatif selalu muncul dalam setiap ajang perlombaaan baik di level nasional dan internasional, bahkan dalam setiap tahunnya, sebut saja sepuluh tahun terakhir Ada Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek, ada Ahmad Zaky, CEO Bukalapak dan ratusan CEO-CEO muda di bidang Teknologi Informasi yang dipercaya oleh perusahaan IT multinasional. anak-anak muda hebat sekelas Gamal Ali Bin Said asal Malang inovasi Asuransi Bank Sampahnya (dikutif dari Humas Pemuda dan olah raga, 28 oktober 2016). Zainal Fuad terpilih menjadi Duta Pemuda Kreatif Tahun 2023 di ajang Kreativesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda. Termasuk juga harapan  pemerintah di era teknologi informasi agar semua pemuda aktif mengambil peran penting dalam transformasi digital Indonesia.Dengan demikian hampir setiap waktu dan wilayah kita menemukan pemuda-pemuda yang kreatif dan inovatif menyongsong masa depan. Masih diyakini masih banyak pemuda Indonesia yang membawa perubahan pada masyarakatnya dengan kreativitas dan inovasi yang meraka lakukan di semua bidang kehidupan.

Spritit Sumpah Pemuda, tantangan pemuda yang cukup berat dan kreatifitas-inovatif pemuda Indonesia yang banyak, belumlah masuk pada suatu kunci perubahan yang besar yaitu demokrasi. Demokrasi sebagai pintu masuk perubahan Indonesia menuju bonus demgrafi 2035 seolah-olah terabaikan dan terbiarkan menjadi bola liar tanpa idealisme. Demorasi kita yang diolah melalui pemilu masih terkesan procedural dan jauh dari harapan substansial.

Tantangan demokrasi kita adalah politik uang (money politic), yang merupakan perbuatan menjajikan uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi pemilih dan penyelenggra pemilu. Democracy for Sale yang ditulis Edward Aspinall dan Ward Berenschot memeriksa jejaring informal dan strategi-strategi politik di Indonesia menunjukkan bahwa terjadi permainan politik uang dalam pemilu Indoensia. Tantangan berikutnya Hoax yang merupakan informasi, kabar, berita yang palsu atau bohong. Pada pemilu 2019 terdapat 771 konten hoaks atau berita palsu, memasuki pemilu 2024 menurut Kominfo jumlah hoaks meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan tahun lalu 2022. Untuk itu hoax tidak hanya menyebabkan orang tertipu, tapi dapat menyebabkan konflik. Tantangan berikutnya adalah politik Identitas, adalah Dr. Suryadi Bakry dalam bukunya Multukuturalisme dan Politik Identitas (2019) mengatakan bahwa politik identitas akan selalu mewarnai politik Indonesia khususnya dalam pemilu 2024 sepanjang system yang berlaku belum dapat mengakomodasi secara adil terhadap kepentingan berbagai kelompok.

BACA JUGA  Usai Sholat Idul Fitri, Bupati Batanghari Melaksanakan Open House Di Serambi Rumah Dinas

Tantangan demokrasi tersebut akan selalu menghatui pemilu Indonesia, Bukan soal siapa yang dipilih, tapi soal bangaimana proses pemilihan tersebut berjalan fair dan adil sesuai dengan prinsip pemilu Luber dan Jurdil, untuk itu pemuda Indonesia harus keluar dari sarangnya dan turun dari puncak gunung emas romatisme Sumpah Pemuda 28 oktober 1928. Pemuda Indonesia dengan spirit Sumpah Pemuda sebagai pembebas, pemersatu dan daya juang, maka Pemuda Indonesia harus hadir untuk mengawal dan memperjuangkan hak-hak Nurani manusia Indonesia yang bebas dari pilitik uang, intervensi, hoak dan politik identitas. Sebanyak 66,3 juta Pemuda Indonesia berikut keluarganya mengkampanyekan pemilu yang fair dan adil, menolak politik uang, menolak hoax, menolah politik identitas serta segala intervensi, maka demokrasi Indonesia akan selamat dan berkualitas. Demokrasi dan Pemilu 2024 adalah pintu masuk perubahan untuk mengawal dan menyelamatkan bonus demografi pemuda Indonesia 2035. wassalam

 

Share :

Baca Juga

Batanghari

Menyikapi Kemacetan Gara-Gara Armada BB, GP Ansor Batang Hari Sarankan Dewan Belajar Ke Kalimantan.

Batanghari

Selain Minta di Moratorium, GP Ansor Batanghari Desak Pemerintah Tertibkan dan Sanksi Tambang BB Ilegal.

Ekonomi

Gubernur Jambi Resmi keluarkan Kesepakatan Penghentian Mobil Batubara Melewati Jalan Nasional

Ekonomi

Wakili Bupati Batanghari, Wabup H. Bakhtiar, SP Hadiri RUPS Bank 9 Jambi Untuk Tahun Buku 2023

Ekonomi

Wabup Batanghari H. Bakhtiar, SP Hadiri Pengukuhan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi 

Batanghari

Kontestasi Positif Kampanye Di Kampus

Nasional

Pelajaran Berharga Dari Richard Eleizer : Perintah Yang Salah Dari Atasan Harus Ditolak

Batanghari

Tapa Malenggang (Inspirasi Kaum Muda)