Lintasjambi.co.id.Batang Hari.- Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I.,M.Pd.I., selaku Rektor Universitas Islam Batang Hari (Unisba) resmi dikukuhkan sebagai Guru besar Manajemen Pendidikan Islam, hal ini capaian luar biasa dari seorang anak petani pasangan dari Sabli dan Nurbaya yang lahir di desa Olak kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batang Hari Jambi, tepatnya 45 tahun silam. Momen ini terjadi pada kamis, 03/09/2026.
Acara pengukuhan guru besar sekaligus dilaksanakan kuliah umum tahun akademik 2026/2027 mengangkat tema “Transformasi pendidikan tinggi di era disrupsi, penguatan mutu, inovasi dan kepemimpinan akademik.
Dalam orasi ilmiahnya pada pengukuhan Guru Besar Prof. Dr. Ansori mengambil tema “Manjemen Pendidikan Qur’ani sebagai Arsitektur Peradaban, Rekontruksi Tata kelola Pendidikan berbasis amanah, ihsan, Syura dan kemaslahatan. Prof. Ansori menegaskan bahwa tata kelola pendidikan tidak hanya berkaitan dengan aspek administratif tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk manusia, sistim nilai dan arah masa depan masyarakat.
Disamping itu pula Prof. Ansori, turut memperkenalkan Model AISY yaitu konsep manajemen pendidikan yang berlandaskan amanah, ihsan, itqan, syura serta yusrun kemaslahatan, dimana model tersebut sebagai dasar standar kerja, musyawarah dalam pengambilan keputusan serta kemaslahatan sebagai tujuan utama pendidikan. Prof. Ansori berharap lembaga pendidikan Islam tidak hanya unggul dalam pencapaian akademik tetapi mampu menghadirkan tata kelolah yang profesional.
Dengan dikukuhkannya Prof. Dr. Ansori, S.Pd.I.,M.Pd.I., sebagai guru besar ia merupakan guru besar pertama dilingkungan Kopertais Wilayah XIII Jambi. pengukuhan turut dihadiri langsung oleh Prof. Dr. Kasful Anwar, M.Pd., sekretaris Kopertais Wilayah XIII Jambi Dr. H. Jamrizal, M.Pd., wakil Bupati Batang Hari, Ir. Ervan anggota DPRD Provinsi Jambi, serta ratusan tamu undangan lainnya.
Koordinator Kopertais Wilayah XIII Jambi Prof. Kaspul menyampikan ucapan selamat dan sukses atas capaian akademik tersebut, ia menekankan pentingnya penguatan mutu sumber daya manusia di perguruan tinggi, khususnya melalui peningkatan kualitas pendidik dosen. Pemerintah diharapkan terus memberi fasilitas bagi dosen yang belum menempuh pendidikan doktoral (S3) termasuk dukungan pengembangan karier dosen dan bantuan penerbitan jurnalis ilmia tegas Prof. Kaspul.

Prof. Kaspul turut menyampaikan pendidikan tinggi saat ini menghadapi era disrupsi pengetahuan akibat perkembangan digitalisasi dan kecerdasan buatan (AI), perguruan tinggi tidak lagi hanya berperan sebagai tempat transper informasi melaikan harus mampu membangun kompetensi, karekter, etika, inovasi, serta daya saing lulusan.
Selanjutnya transpormasi pendidikan tinggi, menurut Prof. Kaspul harus diarahkan pada penguatan budaya mutu, pemanfaatan tehknologi dan AI secara etis, pengembanagan kurikulum secara adaptif peningkatan dampak riset dan inovasi serta penguatan kepemimpinan akademik dan jejaring global. tutupnya. (*)










