Wujud Polri Humanis : Polsek Muara Tembesi Gandeng SMA N 2 Batang Hari Bagikan Ratusan Masker Gratis Untuk Warga Terdampak Kabut Asap Hadiri HUT Ke-27 Sarolangun, Bupati Fadhil Arief: Semangat Sarolangun Maju Jadi Inspirasi Seluruh Daerah Di Jambi Kelpin Kurnia Sabet Juara 3 Biologi Terintegrasi, Pada Olimpiade Madrasah Indonesia 2026 Tingkat Provinsi Jambi Pererat Silaturahmi, Kapolres Batang Hari AKBP Doni Aryanto Gelar Jum’at Keliling Di Masjid Al-Muwazhafin Waka Polres Batang Hari Kompol Dedi Kurniawan Susilo Laksanakan Jum’at Keliling di Masjid Al-Furqon Asrama Polisi Teratai

Home / Nasional / Peristiwa

Sabtu, 28 Februari 2026 - 19:55 WIB

Konflik Pertanahan..!! Warga Vs PT WKS, DPRD Batang Hari Datangi Wamen ATR/BPN dan Dirjen Kemenhut

Lintasjambi.co.id.Jakarta.- Terkait konflik Agraria masyarakat Desa Kuap, Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari dengan PT WKS, Anggota DPRD Kabupaten Batanghari menemui Wakil Menteri (Wamen) ATR/BPN-RI Osy Dermawan di Jakarta, Jum’at 27/02/2026.

Kehadiran anggota DPRD Batang Hari itu di pimpin oleh Ketua Pansus Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Batang Hari, Kms. Supriyadi dan Wakil Ketua Yogi Verly Pratama serta Perwakilan Masyarakat Kelompok Tani Desa Kuap

Konflik yang berkepanjangan antara Masyarakat Desa Kuap dengan PT WKS hingga terjadi penggusuran lahan masyarakat itu di sampaikan oleh Ketua Pansus RTRW dihadapan Wamen ATR BPN dan Direktur Dirjen ATR.

BACA JUGA  Lakalantas Penghujung Tahun 2025, Kakek Parjono Tewas Terlindas Truk Tronton

” Salah satu poin yang di sampaikan dihadapan Pak Wamen adalah Bagaimana mekanisme pelepasan tanah masyarakat yang ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi (HP) yang ditetapkan Oleh Kementerian Kehutanan sementara ada Sertifikat Masyarakat didalamnya.” Sebut Supriyadi

Lebih lanjut dikatakan Politisi Partai Demokrat itu, Kawasan Hutan Produksi seluas 1.600 hektar yang di klaim milik masyarakat Desa Kuap, telah tertuang dalam Perda Tata Ruang Wilayah Kabupaten Batang Hari No. 16. Tahun 2013.

“Dengan bukti-bukti kepemilikan tanah yang di miliki masyarakat sejak tahun 1970 sampai Tahun 80 an mereka mempertahankan hak milik dan warisan leluhurnya. Sebelum wilayah itu ditetapkan sebagai Kawasan Hutan Produksi, dan terbitnya izin konsesi, masyarakat tersebut lebih dahulu menguasainya. ”Sebutnya

BACA JUGA  Silahturrahmi Ke Kejati, Kapolda Jambi Perkuat Sinergitas Penegakan Hukum Untuk Masyarakat

“Dari hasil diskusi bersama Wamen, bahwa persoalan ini, kata Wamen diminta untuk di diskusikan, ditelaah dan di Pelajari di Dirjen Planologi Kementerian Kehutanan, permohonan masyarakat untuk di lakukan pelepasan status kawasan Hutan Produksi, karena objek kawasan juga terbit sertifikat masyarakat didalamnya, ”Kata Supriyadi.

Demi menyampaikan aspirasi masyarakat Desa Kuap, Kecamatan Pemayung Kabupaten Batang Hari terkait konflik dengan PT WKS yang tidak berkesudahan, DPRD Batang hari mendampingi Masyarakat Kuap, pada Kamis 26/02/2026 menemui Direktur Dirjen Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan RI, di Jakarta. (DA)

Share :

Baca Juga

Daerah

Wabup H. Bakhtiar Terima Simbolis Bantuan Beras Fortifikasi Sebanyak 7.075 Kg Untuk Baduta Stunting Dari Pemprov Jambi 

Nasional

Presiden Joko Widodo Mengucapkan Selamat Kepada Pasangan Ganda Putra Indonesia

Batanghari

Tega……..!!!! Diduga Cabuli 2 Anak Kandungnya, Ayah Di Batang Hari Ditangkap Polisi 

Batanghari

Satgas Kamsel Operasi Ketupat 2026 Lakukan Pengaturan Lalu Lintas Dikawasan Pasar Rakyat Muara Tembesi

Batanghari

Wakil Bupati H. Bakhtiar Hadiri Pelantikan Pengurus DPD Tani Merdeka Indonesia Kabupaten Batang Hari Periode 2025-2030

Batanghari

Bupati Fadhil Arief Hadiri Paripurna Penandatanganan Nota Kesepakatan Ranperda Perubahan APBD 2026 Batang Hari

Batanghari

Polres Batang Hari Padamkan Karhutla Di Tahura Senami, Petugas Masih Siaga Di Lapangan

Batanghari

Kapolres Batang Hari AKBP Singgih Hermawan Pimpin Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih HUT Ke 79 RI