Lintasjambi.co.id.Batang Hari.- Kabut asap kembali bikin khawatir warga Batang Hari. Selama 3 hari, dari tanggal 1 – 3 September 2026, Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Hari mencatat kualitas udara kita masuk kategori TIDAK SEHAT. ISPU tembus angka 176.
Dampaknya langsung terasa. Data Dinkes menunjukkan ada 413 kasus penyakit yang masuk ke Puskesmas se-Kabupaten Batang Hari.
Yang Paling Banyak: ISPA
Dari 413 kasus itu, 370 kasus adalah ISPA. Puncaknya terjadi tanggal 1 September dengan 140 orang berobat dalam sehari.
Selain itu ada 39 kasus diare dan 4 kasus mata merah/konjungtivitis.
Kepala Dinas Kesehatan Batang Hari, Almi Cab, S.K.M., menyebut kondisi ini harus jadi perhatian kita bersama. Kelompok yang paling rentan adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, penderita penyakit kronis dan pekerja di luar ruangan,” ujar Almi Cab.
5 Puskesmas Zona Merah
Kasus ISPA paling tinggi ada di:
1. Puskesmas Penerokan : 56 kasus
2. Puskesmas Maro Sebo Ilir : 50 kasus
3. Puskesmas Tidur Kuranji : 35 kasus
4. Puskesmas Durian Luncuk : 25 kasus
5. Puskesmas Muara Tembesi : 24 kasus
Wilayah dengan udara paling buruk ada di Bajubang, Maro Sebo Ilir, Muara Tembesi, dan Batin XXIV.
6 Pesan Penting dari Dinkes
Biar kita semua tetap sehat, ini imbauan dari Kadinkes Almi Cab:
1. Pakai masker kalau keluar rumah
2. Kurangi aktivitas di luar terutama siang hari
3. Perbanyak minum air putih
4. Jaga ventilasi rumah tetap bersih
5. Langsung ke Puskesmas kalau batuk, pilek, diare atau mata perih
6. Stop bakar lahan dan sampah
Dinkes juga minta semua pihak, dari pemerintah sampai masyarakat, bahu-membahu mencegah karhutla meluas.
Untuk Info lebih lanjut hubungi Dinkes Batang Hari: 0743-21064. Jaga Kesehatan Diri, Keluarga dan Lingkungan dari Dampak Karhutla! (DA)










