Lintasjambi.co.id.Batang Hari.- Densus 88 AT Satgaswil Jambi bersama Sat Intelkam Polres Batang Hari gelar sosialisasi wawasan kebangsaan. Kegiatan digelar di Pondok Pesantren Zulhijjah, Kabupaten Batang Hari. Pada Kamis, 18/06/2026
Sosialisasi ini tindak lanjut Surat Edaran Disdik Provinsi Jambi soal pembatasan penggunaan HP di lingkungan sekolah dan pesantren.
Acara digelar setelah KH Parlindungan Hasibuan, S.Ag, pengasuh Ponpes Zulhijjah, dapat penghargaan dari Kapolri lewat Kasatgaswil Densus 88 Jambi. Penghargaan diberikan karena beliau aktif cegah paham radikal terorisme di Jambi.
Turut hadir Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, Kemenag Batang Hari, Kapolres Batang Hari diwakili Kasat Intelkam, PJU Polres Batang Hari, pengasuh ponpes, santri, dan orang tua santri.
Kasubnit Densus 88 AT Satgaswil Jambi AKP Helmi, S.H., CPHR, bilang medsos banyak manfaat. Tapi bisa juga jadi alat sebar paham radikal, intoleransi, ujaran kebencian, dan hoaks.
“Radikalisme biasanya mulai dari ajaran benci perbedaan dan anggap kelompok lain musuh. Kalau dibiarkan bisa merugikan diri sendiri, keluarga, sampai negara,” tegas Helmi.

Dia minta santri tanamkan toleransi, hormati perbedaan, jaga persatuan. “Bijak pakai medsos. Kalau lihat info mencurigakan, tanya guru atau orang tua. Jangan langsung percaya,” pesannya.
Bupati Mhd. Fadhil Arief apresiasi terhadap Ponpes Zulhijjah. “Pesantren ini garda terdepan cetak generasi muda Batang Hari. Nggak cuma cerdas, tapi juga berakhlakul karimah dan berkarakter kuat,” katanya.
Densus 88 berharap santri jadi pelopor jaga pesantren aman dan damai. Sekaligus kuatkan nilai Pancasila dan NKRI. (DA)










