Lintasjambi.co.id.Batang Hari.โ Gubernur Jambi Al Haris melakukan monitoring dan evaluasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Batang Hari, Selasa (08/09/2026).
Kedatangan orang nomor satu di Provinsi Jambi itu disambut langsung oleh Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief di Ruang Kaca Rumah Dinas Bupati Batang Hari.
Rapat koordinasi ini juga membahas kondisi di Kabupaten Tebo yang sama-sama masuk wilayah rawan karhutla.
Dalam rapat tersebut, Gubernur Al Haris menyoroti tingginya sebaran titik api di wilayah Batang Hari. Salah satu kawasan yang terdampak dan menjadi perhatian khusus adalah Taman Hutan Rakyat (Tahura) Batang Hari.
Gubernur menekankan perlunya penanganan yang lebih aktif dan masif di area Tahura. Menurutnya, dibutuhkan efektivitas alat bantu dan strategi khusus karena medan di kawasan hutan rakyat tersebut cukup berat.
“Tahura ini harus jadi prioritas. Penanganannya harus lebih cepat dan tepat. Jangan sampai api meluas dan merusak kawasan konservasi,” tegas Gubernur Al Haris.
Untuk meminimalisir dampak kebakaran yang meluas, Gubernur Jambi menyarankan agar dilakukan rekayasa cuaca atau hujan buatan di wilayah Tahura dan titik-titik rawan lainnya.

Langkah ini dinilai efektif untuk membasahi lahan gambut dan memutus rantai api saat kemarau panjang.
Sementara itu, Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief menyampaikan bahwa Satgas Karhutla Kabupaten telah berupaya maksimal melakukan pemadaman di lapangan.
“Kami berharap dukungan dan bantuan dari semua pihak, baik provinsi maupun pusat. Satgas kita sudah bekerja di lapangan, namun kita butuh tambahan kekuatan untuk menghadapi kondisi ini,” ujar Bupati Fadhil.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari bersama TNI, Polri, BPBD dan masyarakat terus bersiaga melakukan patroli dan pemadaman di titik-titik rawan karhutla. (DA)










