Kisah Perjuangan Prof. Dr.Ansori., S.Pd.I., M.Pd. Menuju Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam Kerja Tangkas,  Dalam Satu Malam Satres Narkoba Polres Batang Hari Amankan Dua Terduga Pengedar Sabu Di Dua Lokasi Bupati Fadhil Teken Komitmen Percepatan Penurunan Stunting Di Batang Hari Ketua BKMT Dan GOW Batang Hari Kunjungi Korban Kebakaran Di Desa Pompa Air Polres Batang Hari Amankan Unras PT. BSU, Ajak Peserta Dialog, Situasi Aman Dan Kondusif

Home / Batanghari / Nasional / Pendidikan / Peristiwa

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Kisah Perjuangan Prof. Dr.Ansori., S.Pd.I., M.Pd. Menuju Guru Besar Manajemen Pendidikan Islam

Lintasjambi.co.id.Batag Hari.- Dari sebuah desa, desa Olak Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari, Jambi, lahir seorang anak yang sebentar lagi tepatnya (3/9/2026) akan dikukuhkan sebagai Guru besar Manajemen Pendidikan Islam, kelak akan mengabadikan hidupnya untuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan untuk masyarakat Batang hari.

Dia adalah  Prof. Dr. Ansori, ., S.Pd.I., M.Pd.., putra Daerah yang lahir di  pinggiran sungai Batanghari, tepatnya di desa Olak,  pasangan dari Sabli dan Nurbaya, yang lahir di Dusun Olak kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari, pada 17 Mei 1981.

Ansori tumbuh dalam keluarga sederhana dan religius. Sejak kecil, ia dibesarkan dengan nilai keagamaan, kerja keras, kemandirian, serta penghormatan terhadap ilmu pengetahuan. Nilai-nilai itulah yang kemudian menjadi fondasi dalam perjalanan hidup dan pengabdiannya.

Perjalanan pendidikan Ansori dimulai pada 1988 di SD Negeri 185 Desa Olak. Pagi hari ia mengikuti pendidikan formal di sekolah dasar. Siang hari, ia melanjutkan belajar di Madrasah Ibtidaiyah Nur Sa’adah. Selepas Magrib, waktunya kembali diisi dengan memperdalam bacaan Al-Qur’an.

Sejak usia dini, kecintaannya terhadap ilmu agama telah tumbuh kuat. Ia mempelajari Arab Melayu, Matan Jurumiyah, Nushilatut Tasrifiyah, tauhid, fikih, hingga akhlak.

Usai mengaji, ia membantu menggembalakan sapi milik orang tuanya. Untuk mendapatkan tambahan uang jajan, ia memasang tajur di sungai, menjual ikan hasil tangkapan, hingga berjualan jagung rebus di sekolah.

Kehidupan sederhana tersebut justru menjadi sekolah kehidupan baginya. Dari sana tumbuh kemandirian, keberanian, ketekunan, dan keyakinan bahwa setiap cita-cita membutuhkan perjuangan.

Selepas sekolah dasar, perjalanan menuntut ilmu membawanya memasuki dunia pesantren. Pada 1994, Ansori melanjutkan pendidikan di Pondok Pesantren Julhijah, Teratai, Muara Bulian.

Di lingkungan pesantren, disiplin, adab, dan tradisi keilmuan semakin tertanam kuat dalam dirinya. Perjalanan pendidikan kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Darussafiyah, Rantau Puri, hingga menyelesaikan pendidikan Madrasah Tsanawiyah pada 2000 dan Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Nurul Jadid pada 2003.

Tahun 2003 menjadi babak baru dalam perjalanan akademiknya. Ansori menempuh pendidikan Diploma 2 Guru Agama di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muara Bulian.

Masa kuliah kembali dijalani dengan penuh perjuangan. Keterbatasan ekonomi tidak membuatnya menyerah. Demi membantu membiayai pendidikan, ia bekerja menderes karet hingga membantu orang tuanya menggesek kayu menggunakan mesin gergaji.

BACA JUGA  Bupati Batang Hari Minta Pengurus DPC APDESI Merah Putih Jadi Solusi Masalah Desa

Di tengah keterbatasan itu, lahir sebuah cerita sederhana yang kelak menjadi bagian paling menarik dari perjalanan hidupnya.

Suatu ketika, Ansori menuliskan namanya sendiri lengkap dengan deretan gelar yang kala itu bahkan belum ia miliki:

Prof. Dr. Ansori,, S.Pd.I., M.Pd.

Bagi sebagian orang mungkin hanya sebuah tulisan iseng. Namun bagi Ansori, tulisan itu seolah menjadi do’a dan cita-cita yang diam-diam dititipkan kepada masa depan.

Waktu kemudian membuktikan bahwa sebuah cita-cita yang disertai kerja keras bukanlah sesuatu yang mustahil.

Setelah menyelesaikan pendidikan Diploma 2 pada 2005, Ansori melanjutkan pendidikan Sarjana Pendidikan Agama Islam dan menyelesaikannya pada 2008.

Semangat belajarnya tidak berhenti. Gelar Magister Manajemen Pendidikan Islam diraihnya dari IAIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada 2011.

Perjalanan akademik tersebut kemudian berlanjut hingga jenjang doktoral. Pendidikan Doktor Manajemen Pendidikan Islam diselesaikannya di UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi pada 2017.

Satu demi satu gelar yang dahulu hanya tertulis sebagai sebuah cita-cita, akhirnya benar-benar menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Pengabdian Ansori di dunia pendidikan sesungguhnya telah dimulai jauh sebelum gelar profesor melekat di depan namanya.

Ia pernah menjadi guru pesantren, guru madrasah, guru Pendidikan Agama Islam, hingga dosen luar biasa.

Sejak 2012, ia mengabdikan diri sebagai dosen tetap di Sekolah Tinggi Agama Islam Muara Bulian, yang kemudian berkembang menjadi Universitas Islam Batanghari.

Seiring perjalanan akademiknya, berbagai amanah kepemimpinan juga dipercayakan kepadanya.

Berawal dari staf dan operator komputer, Ansori secara bertahap dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari kepala bagian, wakil ketua bidang akademik, dekan, hingga wakil rektor.

Pada 2024, amanah yang lebih besar kembali dipercayakan kepadanya sebagai Rektor Universitas Islam Batanghari.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia dibangun dari bawah melalui proses panjang, kerja nyata, ketekunan, pengalaman, serta kesediaan untuk terus belajar.

Sejak muda, ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, kepemudaan, keagamaan, dan profesi. Di antaranya BEM, PMII, KNPI, BKPRMI, Nahdlatul Ulama, MUI, Asosiasi Dosen Indonesia, IJMI, serta berbagai organisasi profesi pendidikan lainnya.

BACA JUGA  3 Hari Sertijab, Kapolres Batanghari Ungkap Kasus Curanmor Lintas Provinsi 

Baginya, ilmu tidak akan memiliki makna yang sempurna apabila hanya berhenti di ruang kelas. Ilmu harus hadir, memberi manfaat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Di balik perjalanan panjang tersebut, keluarga menjadi bagian penting dalam setiap langkah perjuangannya.

Bersama sang istri, F. Yusri, S.Pd.I., serta kedua putrinya, Afifah El Rasyah dan Sazza En Nazifah, Prof. Ansori menjalani kehidupan dengan keluarga sebagai tempat kembali, sumber doa, sekaligus kekuatan dalam menghadapi setiap tantangan.

Hingga akhirnya, perjalanan panjang tersebut mencapai salah satu tonggak tertinggi dalam dunia akademik.

Pada 1 Juni 2026, Menteri Agama Republik Indonesia menetapkan Prof. Dr. Ansori,., S.Pd.I., M.Pd. sebagai Guru Besar/Profesor dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Islam.

Pada titik inilah, sebuah cerita sederhana dari masa kuliah Diploma 2 menemukan jawabannya.

Nama yang dahulu hanya dituliskan sebagai sebuah keisengan—Prof. Dr. Ansori,., S.Pd.I., M.Pd..—kini bukan lagi sekadar tulisan atau angan-angan, namun nama itu telah menjadi kenyataan.

Sebuah kenyataan yang ditempuh melalui perjalanan lebih dari dua dekade, melewati keterbatasan ekonomi, kerja keras, doa, pendidikan, pengabdian, serta ketekunan yang tidak pernah berhenti.

Perjalanan Prof. Ansori menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari sebuah cita-cita.

Pendidikan dapat mengubah kehidupan. Ketekunan dapat membuka jalan. Dan pengabdian dapat memberikan makna terhadap ilmu yang dimiliki.

Sebagaimana moto yang menjadi pegangan dalam perjalanan hidupnya:

“Al-Hayatu Jihad” — Hidup adalah perjuangan.

Perjuangan untuk terus belajar.

Perjuangan untuk terus mengabdi.

Dan perjuangan untuk menghadirkan ilmu yang bermanfaat bagi agama, masyarakat, bangsa, dan negara.

Sebuah cita-cita sederhana tumbuh. Dari perjuangan seorang anak desa, lahir seorang akademisi. Dan dari perjalanan panjang penuh ketekunan, lahirlah seorang Guru Besar Ilmu Manajemen Pendidikan Islam. Prof. Dr. Ansori,., S.Pd.I., M.Pd.

Bukan sekadar gelar yang berada di depan nama. Melainkan sebuah perjalanan panjang yang membuktikan bahwa cita-cita, ketika diperjuangkan dengan ilmu, doa, kerja keras, dan pengabdian, pada waktunya dapat berubah menjadi kenyataan. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Bupati Batang Hari Mhd Fadhil Arief Menghadiri Rakor Lintas Sektoral Dalam Rangka Persiapan Pengamanan Idul Fitri 1446 H/2025 M

Batanghari

Kabut Asap Semakin Menebal Di Kabupaten Batang Hari, Anak Sekolah Diminta Waspada

Daerah

Wabup Bersama Ketua DPRD Batang Hari Ikuti Rakornis TMMD Ke-127 Melalui Zoom Meeting

Batanghari

Ketua DPRD, Rahmat Hasrofi, SE, Pimpin Rapat Paripurna Dalam Rangka Penyampaian LKPJ Bupati Batang Hari T.A. 2024

Batanghari

Wabup H. Bakhtiar Menghadiri Rapat Paripurna Dalam Rangka Penyampaian Nota Pengantar KUA PPAS RAPBD TA 2025 

Batanghari

Destinasi Wisata Baru Taman Tapa Melenggang Yang Lagi Viral Dibanjiri Ribuan Pengunjung

Batanghari

Di Duga Provokator, Warga Tuntut Oknum Anggota Polres Di Tindak Tegas, Saat Melakukan Penyerangan Bersama Sejumlah Pemuda

Batanghari

Musrenbang RKPD Kecamatan Maro Sebo Ilir Dihadiri Bupati Batanghari Beserta Ibu Ketua TP-PKK Batanghari