Polres Batang Hari Gelar Acara Kenal Pamit Wakapolres, Kasat Binmas Dan Kapolsek Pemayung Kapolres Batang Hari AKBP Arya Tesa: Sertijab Untuk Wujudkan Pelayanan Presisi Peringati HAORNAS 2026, Ketua KONI Batang Hari Ajak Masyarakat Jadikan Olahraga Menjadi Bahagian Dari Gaya Hidup Gubernur Al Haris Didampingi Bupati MFA Lakukan Monitoring Karhutla Di Batang Hari, Sarankan Hujan Buatan Di Tahura Turnamen Antar Pers Se-Provinsi Jambi Digelar Oktober, UMKM Muara Bulian Optimis Omzet Naik

Home / Batanghari / Daerah / Peristiwa

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:00 WIB

Timdu Dan DPRD Batang Hari Turun Ke Sialang Pungguk, Cek 186 Hektar Lahan Sengketanya SAD vs PT IKU

Lintasjambi.co.id.Muara Bulian.- Konflik agraria 30 tahun antara masyarakat Suku Anak Dalam Dusun Sialang Pungguk, Desa Muara Singoan, dengan PT Indo Kebun Unggul kembali disikapi. Tim Terpadu Penanganan Konflik Agraria bersama DPRD Batang Hari turun langsung ke lokasi sengketa. Senin, (08/06/2026)

Tim melakukan pengecekan lapangan dan pengambilan titik koordinat lahan seluas 186 hektar yang diklaim warga sebagai tanah ulayat warisan leluhur SAD Sialang Pungguk, Kecamatan Muara Bulian.

Kunjungan ini melibatkan BPN, Kesbangpol, Dinas Kehutanan, Satpol PP, Kepolisian, unsur Pemkab Batang Hari, serta perwakilan PT IKU.

Tim Terpadu langsung turun ke titik-titik yang dipersengketakan. Koordinat lahan diambil untuk memetakan klaim warga dan perusahaan.

Masyarakat Sialang Pungguk menaruh harapan besar. Mereka tak ingin proses ini berhenti di rapat, berita acara, dan janji yang sudah puluhan tahun mereka dengar tanpa hasil nyata.

Warga menegaskan punya bukti penguasaan lahan sejak 1985. Dalam dokumen kronologi yang mereka simpan, kawasan itu sudah lama dihuni dan dikelola SAD. Ada kebun, pemukiman, hingga kuburan leluhur.

BACA JUGA  Wabup H. Bakhtiar, SP, Hadiri Paripurna Dalam Rangka Penyampaian Nota Pengantar Rancangan Perubahan KUA Dan PPAS TA 2025

Namun sejak PT IKU masuk dan membuka lahan tahun 1996, akses warga ke tanah ulayat terputus. Konflik pun tak pernah selesai.

Warga juga mengungkap luka lama: perusakan tanaman produktif, dugaan pembongkaran kuburan leluhur, hingga pembakaran rumah warga yang membuat dokumen penting ikut hangus.

“Pengambilan titik koordinat ini kami harap jadi langkah awal penyelesaian konkret, bukan sekadar formalitas administrasi,” ujar salah seorang warga.

Di lokasi, suasana sempat memanas. Sejumlah warga menirukan ucapan Kepala Desa Muara Singoan yang mempertanyakan kehadiran warga ke lokasi.

“Kades bilang, ‘Ini kok banyak orang luar, kalau ada apa-apa kamu yang tanggung jawab ya’,” kata warga menirukan.

Padahal, menurut warga, yang hadir mayoritas masyarakat Dusun Sialang Pungguk sendiri yang terdampak langsung.

“Masyarakat kami sendiri malah dianggap orang luar. Ini yang bikin kami kecewa,” timpal warga lain.

BACA JUGA  Wabup Batang Hari Hadiri  Paripurna, Pemkab Jawab Pemandangan Umum Fraksi Soal LKPD 2025

Mereka mengaku selama ini sering terpinggirkan dalam proses pengambilan keputusan soal konflik agraria ini.

DPRD Batang Hari yang hadir diwakili Komisi II: Yogi, Mawardi, Pathoni, dan Haji Hendro. Mereka memastikan hasil pengecekan ini akan ditindaklanjuti.

“Komisi II akan memanggil seluruh pihak terkait untuk mencari jalan keluar. Konflik ini sudah 1996, 30 tahun. DPRD punya tanggung jawab mengawal aspirasi dan dorong rekomendasi penyelesaian yang adil,” tegas salah satu anggota DPRD.

Pernyataan itu disambut positif warga SAD yang selama ini merasa perjuangan mereka sering mentok tanpa kepastian.

Warga berharap Timdu dan DPRD tidak membiarkan konflik ini berlarut-larut lagi. Mereka minta kepastian hukum segera dihadirkan atas tanah ulayat warisan leluhur. (DA)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share :

Baca Juga

Batanghari

Kukuhkan Pengurus DWP Batang Hari Periode 2024-2029, Bupati Fadhil : Dorong Perkuat Peran Di Bidang Pendidikan, Ekonomi Dan Sosial Budaya

Daerah

Jalan Menuju Desa Rantau Jering Dan Jalan Muara Langayo Rusak Parah, Perlu Perhatian Pemkab Merangin

Batanghari

DPRD Batanghari Meminta Dinas Perkim Segera Menyelesaikan Permasalahan Terhadap 36 Paket Pekerjaan Fisik

Batanghari

Fino Al-Qodri Siswa SD. 149/I Danau Embat Hampir Menjadi Korban Penculikan Anak

Batanghari

Jalan Desa Selat Menuju Desa Tantan Rusak Parah

Batanghari

Kecelakaan Tunggal Di Jalan Nes Petajen, Pengemudi Mitsubishi Pajero Meninggal Dunia

Batanghari

Peduli Dibidang Pendidikan, Bupati MFA Salurkan Seragam Sekolah Dari TK, SD Serta SMP, Bagi Siswa Yang Berprestasi Dan Kurang Mampu

Batanghari

Ketua DPRD Rahmat Hasrofi Menghadiri Kunjungan Kerja Kapolda Jambi Ke Mapolres Batanghari