Bupati Batang Hari Adakan Audiensi Bersama Kepala Badan Kepegawaian Negara  Regional VII Optimalisasi Layanan Kepada Masyarakat, Bupati MFA Lantik 13 Pj Kades Dan 3 Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW)  Berkomitmen Tingkatkan Pelayanan Publik, Bupati Fadhil Tandatangani Nota Kesepakatan Bersama Ombudsman RI Wabup Bakhtiar Hadiri Pembukaan Pekan Budaya Jambi Elok Nian 2026 Evakuasi Mobil Travel Terjun Ke Sungai Batang Hari Berlangsung Dramatis, 1 Penumpang Tewas

Home / Batanghari / Daerah

Rabu, 11 Januari 2023 - 21:16 WIB

Jangan Tutup Mata Pak Kades, Dimana Letak keadilan Ungkap Anang Cik Warga Desa Ture

Lintasjambi.co.id.Batanghari, –  Kuasa hukum dari Anang Cik , Heriyanto S.H.,C.L.A, meminta kepada Kepala Desa (Kades) Ture Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari, Usman, untuk membantu masyarakatnya untuk mencari keadilan. Hal ini mengingat Anang Cik adalah warga desa setempat yang merupakan korban dugaan perselingkuhan istrinya MK dengan JI, yang juga warga setempat pada akhir tahun 2022 lalu.

“Saya minta kepada Kades Ture dapat membantu warga dalam mencari keadilan. Dimana keadilan dan kebenaran itu harus kita tegakkan dan jangan tutup mata akan hal tersebut,” kata Heriyanto, Rabu.

Dia juga mengatakan, tugas dan peran serta fungsi kades itu sangat penting dan harus bertanggungjawab akan persoalan warganya, apalagi persoalan ini sangat sensitife sekali. Bahkan persoalan dugaan perselingkuhan ini sudah pernah disidang adatkan di desa setempat pada Bulan November 2022 lalu.

Dia juga menjelaskan, beberapa waktu lalu beliau juga sempat menelpon Kades dan meminta bantu kliennya ini. Seperti pengakuan dari istri kliennya yang mengatakan bahwa anak yang berumur 3 tahun itu adalah hasil dari hubungan istrinya MK dengan JI, maka lakukan tes DNA dan mari sama-sama dibantu jika ada warga yang meminta keadilan itu.

“Alasan kades melalui Via Ponselnya hanya memberikan alasan bahwa beliau enggan menyelesaikan masalah tersebut, karena sejak beliau mengurus persoalan itu, masyarakat didesa setempat membenci dirinya, kemudian JI yang merupakan warga desa setempat saat ini sudah pindah kerumah anaknya di Desa Lubuk Ruso, kecamatan setempat,” jelasnya.

BACA JUGA  Lakalantas Di Wilayah Hukum Polres Batang Hari, Warga Bungku Akhirnya Meninggal Dunia

Menurut dari keterangan Anang Cik (Korban, red), terhadap persolaan dugaan perselingkuhan yang mengarah kepada dugaan perzinaan, serta diakui langsung oleh istrinya, bahwa dirinya siap menyelesaikan persoalan itu, baik secara kekeluargaan maupun melakukan tes DNA anaknya dengan JI.

Perlu diketahui, persoalan ini sudah didiskusikan dengan pihak jajaran Polsek Pemayung dan dari pihak Polsek Pemayung juga membenarkan dengan persoalan ini dan diharapkan pihak ini segera melakukan tes DNA dan sama-sama mencari kebenaran dari persoalan tersebut.

Berdasarkan informasi yang beredar, baik itu di masyarakat dan media, bahwa berawal dari isu perselingkuhan yang berkembang di tengah masyarakat beberapa waktu yang lalu dan menjadi buah bibir warga, sepasang pelaku selingkuhan diseret ke sidang adat, pada Senin (14/11/2022).

Awalnya warga curiga sering melihat kedua pasangan mabuk asmara ini bertemu dirumah Anang Cik dan sering bepergian saat Anang Cik tidak di rumah. Kemudian warga pun mencurigai kedekatan keduanya, yang akhirnya diketahui keduanya memiliki hubungan serius alias hubungan terlarang.

Kades Ture, Usman saat di konfirmasi media pada waktu itu juga membenarkan adanya persidangan perselingkuhan antara keduanya. Dan untuk urusan keluarga diserahkan kepada masing-masing pasangan, namun pihak desa hanya memfasilitasi sidang adat yang dilakukan oleh pihak adat desa dan keduanya harus membayar denda adat berupa Satu ekor kerbau jantan berumur 2 Tahun, beras 100 gantang, kelapa 100 buah, dan 100 kabung kain warna putih yang akan dibebankan kepada keduanya.

BACA JUGA  AC Pengedar Sabu Tak Berkutik Saat Diamankan Tim Reserse Narkoba Polres Batang Hari

Dan Anang Cik selaku suami MK juga menuntut JI untuk membayar Tebus Talak sebesar Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah) dan dan apabila poin-poin yang telah ditetapkan oleh Lembaga Adat tersebut tidak dapat di penuhi oleh JI maka secara otomatis kasus tersebut akan segera di laporkan ke Aparat Penegak Hukum atau Kepolisian untuk diproses secara Hukum yang berlaku di wilayah Indonesia.

Turut hadir dalam acara sidang Adat tersebut Kepala Desa Ture Usman, Ketua Lembaga Adat Desa Baihaqi, Notulen Rapat Isya Ansori, Ketua LID Adat Zikwan, Ketua BPD Alkusnadi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa Kecamatan para Ketua RT Dan para Kepala Dusun serta tokoh masyarakat, tokoh Pemuda.

“  Anang Cik meminta agar  kades ture jangan tutup mata demi mencari kebenaran, bukan pembenaran dalam hal yang sensitife itu,” tandasnya. (Tim)

Share :

Baca Juga

Batanghari

Wakili Bupati, PJ Sekda Mula P Rambe Hadiri Acara Pra Penilaian Kinerja Upaya Pencegahan Dan Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2025

Batanghari

Mengaku Intel, Dua Pelaku Curat Diamankan Polsek Muara Tembesi

Batanghari

Minarni Anggota DPRD Batanghari, Menjadi Salah Satu Pensupport Kejuaraan Grasstrack Batanghari Tangguh 2023

Batanghari

Warga Tak Bisa Bercocok Tanam Padi, Wakil Bupati Batanghari H.Bakhtiar. SP Langsung Cek Kelokasi

Batanghari

Bupati MFA Membuka Secara Resmi Sosialisasi KUR Dan Jaminan Sosial

Daerah

Empat Media Online Batanghari, Kunjungi Owner Media Lintas Tungkal, Belajar Itu Tak Mengenal Batas Dan Waktu

Batanghari

Wakili Bupati, Sekda Batanghari Hadiri  Acara Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif Bagi ASN 

Batanghari

Akhirnya Mayat Saari Warga Senaning Ditemukan