Lintasjambi.co.id.Muara Bulian.– Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari, Zulpadli, S.Pd,, M.Pd, secara resmi melaunching Program Relawan Anak Tidak Sekolah (ATS) Tahun 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam memastikan seluruh anak usia sekolah memperoleh hak atas pendidikan yang layak. pada Rabu, 29/08/2026
Kegiatan launching yang berlangsung di Aula kantor Bapperida Kabupaten Batang Hari tersebut dihadiri oleh Sekretaris Bapperida, Kabid Paud dan PNF, para penilik sekolah, kepala satuan pendidikan, PKBM, serta para relawan pendidikan yang akan bertugas melakukan pendataan, pendampingan, dan mengembalikan anak-anak yang putus sekolah ke jalur pendidikan formal maupun nonformal.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Batang Hari menegaskan bahwa keberadaan Relawan Anak Tidak Sekolah merupakan langkah strategis untuk mempercepat penanganan anak usia sekolah yang belum memperoleh layanan pendidikan. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan angka partisipasi sekolah dan mewujudkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh masyarakat.
“Melalui Relawan Anak Tidak Sekolah, kita berharap tidak ada lagi anak-anak di Kabupaten Batang Hari yang kehilangan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, masyarakat, dan para relawan menjadi kunci keberhasilan program ini,” ujarnya.
Para relawan nantinya akan melakukan identifikasi dan verifikasi data Anak Tidak Sekolah (ATS), memberikan pendampingan kepada keluarga, serta membangun koordinasi dengan sekolah, PKBM, pemerintah desa, dan berbagai pihak terkait agar anak-anak dapat kembali mengikuti proses pembelajaran sesuai dengan kebutuhannya.
Program Relawan Anak Tidak Sekolah merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk menjangkau anak-anak yang berada di luar sistem pendidikan.
Melalui peluncuran program ini, Pemerintah Kabupaten Batang Hari berharap terbentuk gerakan bersama yang mampu menekan angka anak tidak sekolah, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan, serta mendukung terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (**)










